Tradisikuliner.com – Lebanon dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Timur Tengah yang menyajikan aneka hidangan penuh rempah, sehat, dan kaya rasa. Dari sekian banyak hidangan populer, salah satu yang paling menonjol adalah Fattoush, salad tradisional yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mencerminkan harmoni antara kesederhanaan dan kekayaan bahan alami.
Asal Usul Fattoush
Fattoush berasal dari budaya kuliner Levant, kawasan yang meliputi Lebanon, Suriah, Yordania, dan Palestina. Nama “Fattoush” sendiri diyakini berasal dari kata fatteh yang berarti “remukan” atau “potongan kecil”, merujuk pada roti pita yang dipanggang lalu dihancurkan sebagai bagian penting dari salad ini.
Hidangan ini lahir dari kebiasaan masyarakat Lebanon yang tidak ingin membuang sisa roti. Mereka kemudian menciptakan cara kreatif dengan mencampurkannya bersama sayuran segar, minyak zaitun, dan rempah-rempah, sehingga terciptalah salad yang kini menjadi ikon kuliner Lebanon.
Ciri Khas Fattoush
Fattoush memiliki tampilan yang sangat menggoda berkat warna-warni sayuran segar di dalamnya. Ciri khas utamanya adalah penggunaan roti pita panggang atau goreng yang dipotong kecil, lalu dicampur ke dalam salad. Roti ini memberikan tekstur renyah yang unik dan membedakan Fattoush dari salad lain.

Sayuran utama yang sering digunakan antara lain:
- Selada segar
- Tomat merah manis
- Mentimun renyah
- Lobak dengan rasa pedas ringan
- Paprika berwarna-warni
- Daun parsley (peterseli) dan mint untuk aroma khas
Selain itu, saus dressing-nya menggunakan campuran minyak zaitun, lemon, bawang putih, garam, dan sumac—rempah berwarna merah keunguan dengan rasa asam segar yang menjadi rahasia utama kelezatan Fattoush.
Kelezatan yang Menyegarkan
Hal yang membuat Fattoush begitu populer adalah rasanya yang seimbang: asam segar dari lemon dan sumac, gurih dari minyak zaitun, serta tekstur renyah dari roti pita, Kombinasi warna merah tomat, hijau daun, putih roti, dan kuning lemon menjadikan Fattoush bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga indah dipandang. Tidak heran jika salad ini selalu hadir dalam meja jamuan khas Lebanon.
Nilai Gizi Fattoush
Selain rasanya yang lezat, Fattoush juga terkenal kaya manfaat. Beberapa kandungan gizinya antara lain:
- Vitamin A dan C dari tomat, mentimun, dan paprika yang baik untuk daya tahan tubuh.
- Serat tinggi dari sayuran segar yang membantu pencernaan.
- Antioksidan alami dari parsley, mint, dan sumac.
- Lemak sehat dari minyak zaitun yang mendukung kesehatan jantung.
Dengan kombinasi ini, Fattoush menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang menginginkan makanan enak sekaligus menyehatkan.

Fattoush dalam Budaya Lebanon
Di Lebanon, Fattoush bukan sekadar salad, tetapi juga bagian dari tradisi meze—serangkaian hidangan kecil yang disajikan untuk dinikmati bersama keluarga atau tamu. Salad ini sering hadir dalam acara keluarga, pesta pernikahan, hingga perayaan besar.
Menariknya, setiap keluarga Lebanon biasanya memiliki cara sendiri dalam membuat Fattoush. Ada yang menambahkan buah delima segar atau sirup molase delima untuk rasa lebih kaya, ada pula yang menambahkan bawang merah iris tipis untuk sentuhan pedas alami.
Popularitas Global
Seiring berkembangnya kuliner Timur Tengah di dunia internasional, Fattoush kini bisa ditemukan di restoran Lebanon hingga Eropa, Amerika, dan Asia. Banyak wisatawan yang jatuh hati karena salad ini menawarkan cita rasa yang ringan namun kompleks.
Beberapa mengganti roti pita dengan tortilla panggang, sementara yang lain menambahkan keju feta atau alpukat sebagai variasi modern.
Kesimpulan
Fattoush adalah bukti bahwa makanan sederhana bisa menjadi ikon kuliner yang mendunia. Dengan bahan dasar sayuran segar, dressing lemon dan sumac, serta tambahan roti pita renyah, salad ini menawarkan sensasi rasa yang segar, gurih, dan memanjakan indera.
Hidangan ini bukan hanya makanan, melainkan juga potret budaya Lebanon yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kecintaan terhadap kesegaran alam.