Tradisikuliner.com – Di samping kuliner yang sudah populer tersebut, ada satu hidangan tradisional yang tak kalah menggugah selera namun masih jarang terekspos: Celimpungan. Hidangan berkuah santan ini memadukan kelembutan adonan ikan dengan kuah gurih yang kaya rempah, menjadikannya salah satu makanan khas Palembang yang patut mendapat lebih banyak sorotan.
Celimpungan bukanlah kuliner baru. Ia telah hadir dalam meja makan masyarakat Palembang sejak puluhan tahun lalu. Dengan tampilan yang sederhana tetapi rasa yang sangat khas, Celimpungan adalah bukti bahwa masakan Palembang tak melulu identik dengan rasa asam-manis seperti pempek atau pindang.
Asal-Usul dan Filosofi Nama Celimpungan
Nama “Celimpungan” terdengar unik dan mudah melekat di ingatan. Gerakan ini menjadi ciri khas proses memasak hidangan tersebut dan akhirnya menginspirasi penamaannya. Hal inilah yang memberikan tekstur lembut dan kenyal yang menjadi daya tarik utama hidangan ini.
Keunikan Celimpungan Dibanding Sup Tradisional Lainnya
Walaupun berbentuk sup, Celimpungan memiliki karakter khas yang membedakannya dari sup-sup Nusantara lainnya. Keunikan pertama terletak pada kuah santannya yang gurih dan harum.
- bawang merah dan bawang putih
- kunyit yang memberi warna kuning cantik
- ketumbar dan merica
- lengkuas dan jahe
- daun salam dan daun jeruk
- sedikit udang kering atau kaldu ikan
Paduan rempah tersebut menciptakan aroma harum yang langsung menggugah selera sejak pertama kali terhidang. Kuahnya tidak terlalu kental, tetapi cukup kaya sehingga melekat lembut pada setiap bulatan Celimpungan.
Selain itu, rasa gurih khas ikan semakin menonjol karena Celimpungan tidak melalui proses penggorengan. Semua cita rasa ikan tersimpan utuh dan menyatu dengan kuah santan yang sedap.
Tekstur Lembut yang Jadi Ciri Khas
Salah satu alasan mengapa Celimpungan begitu disukai adalah teksturnya yang sangat lembut. Adonan ikan yang digunakan biasanya terbuat dari ikan gabus, tenggiri, atau jenis ikan berdaging putih lainnya. Campuran tepung sagu yang pas membuat adonannya tidak keras, tetapi tetap kenyal dan mudah digigit.
Pelengkap yang Menyempurnakan Sajian
Layaknya kuliner tradisional Palembang lainnya, Celimpungan juga hadir dengan beberapa pelengkap yang menambah cita rasa.
- bawang goreng yang memberi aroma renyah
- seledri dan daun bawang yang membawa kesegaran
- sambal cabai rawit untuk yang menyukai sensasi pedas
- kerupuk khas Palembang sebagai pelengkap gurih
Beberapa penjual menambahkan sedikit perasan jeruk limau agar kuah terasa lebih segar dan tidak terlalu berat.
Hidangan Khas Acara Besar dan Tradisi Keluarga
Menariknya, Celimpungan sering disajikan pada acara penting seperti hajatan, kenduri, ataupun perayaan keluarga. Hidangan ini dianggap istimewa karena menggunakan ikan sebagai bahan utama, serta rempah dan santan yang memerlukan ketelitian saat memasak.
Kesimpulan
Celimpungan adalah sup khas Palembang yang mampu mencuri perhatian dengan kelembutan adonannya, kekayaan kuah santannya, serta perpaduan rempah yang harmonis. Makanan ini membuktikan bahwa kuliner Palembang sangat luas dan beragam, lebih dari sekadar pempek atau tekwan. Dengan rasa unik dan nuansa tradisional yang kuat, Celimpungan layak mendapat tempat lebih besar dalam peta kuliner Nusantara.
